Zed: Editor Modern untuk Project Besar, Ringan, dan Cepat — Alternatif Serius Pengganti VS Code

I am an enthusiastic researcher and developer with a passion for using technology to innovate in business and education.
Search for a command to run...

I am an enthusiastic researcher and developer with a passion for using technology to innovate in business and education.
No comments yet. Be the first to comment.
Ringkasan: Jika OpenClaw adalah AI Operating System yang menghubungkan berbagai layanan dan agent, maka Hermes adalah AI Worker yang fokus mengerjakan pekerjaan, belajar dari pengalaman, dan semakin p

Ketika membangun aplikasi modern seperti Next.js, Cloudflare Workers, platform AI, microservices, atau real-time dashboard, ada banyak istilah jaringan yang sering muncul: TCP, UDP, HTTP/2, QUIC, WebS

Setiap tahun, ribuan mahasiswa jurusan Teknologi Informasi, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika diwisuda. Namun, tidak sedikit di antara mereka yang kemudian menghadapi kenyataan yang cukup berat

Jika Anda menggunakan Next.js, kemungkinan besar Anda pernah mendengar anggapan bahwa: "Next.js = Vercel" Padahal kenyataannya tidak harus demikian. Di sinilah OpenNext hadir. OpenNext adalah proyek

Saat pertama kali mencoba OpenCode Go, saya hampir langsung berlangganan tanpa membaca detail program yang mereka sediakan. Untungnya saya menemukan bahwa OpenCode memiliki program referral yang membe

Dulu, banyak programmer memilih editor dengan satu patokan utama: “yang penting ringan.”
Lalu datanglah era project modern.
Monorepo. TypeScript ribuan file. AI assistant. Docker. Tailwind. Linting. Indexing. Extension bertumpuk.
Dan perlahan… editor yang dulu terasa ringan mulai terasa seperti membuka browser dengan 40 tab.
Di titik itu, banyak developer mulai bertanya:
“Apakah ada editor yang modern, cepat, tapi tetap ringan untuk project besar?”
Salah satu nama yang mulai sering muncul adalah Zed.
Zed adalah code editor modern yang dibuat oleh mantan tim inti Atom.
Menariknya, mereka tidak sekadar membuat “VS Code versi lain”.
Mereka membangun editor baru dari nol dengan fokus:
super cepat
ringan
realtime collaboration
AI-native
cocok untuk project besar
Zed ditulis menggunakan bahasa Rust, yang terkenal sangat efisien dalam penggunaan memory dan performa.
Hal pertama yang biasanya terasa:
Zed itu “snappy”.
Buka editor → langsung muncul. Cari file → instan. Scroll project besar → tetap halus.
Pada beberapa kasus, Zed terasa jauh lebih responsif dibanding Visual Studio Code, terutama di project yang sangat besar.
Dulu ada dilema:
editor ringan → fitur minim
editor lengkap → berat
Zed mencoba mengambil tengahnya.
Ia tetap modern:
AI support
multi cursor
terminal
git integration
collaboration
LSP
syntax modern
Tetapi penggunaan RAM dan CPU sering terasa lebih rendah dibanding VS Code.
| Aspek | Zed | VS Code |
|---|---|---|
| Startup | Sangat cepat | Cepat, tapi lebih berat |
| RAM | Lebih hemat | Bisa besar |
| Extension | Masih terbatas | Sangat lengkap |
| Ekosistem | Baru berkembang | Sangat matang |
| AI Integration | Native modern | Banyak extension |
| Monorepo Besar | Sangat nyaman | Kadang berat |
| Remote Dev | Masih berkembang | Sangat matang |
| Stabilitas Plugin | Lebih konsisten | Kadang konflik extension |
| Customisasi | Mulai berkembang | Sangat luas |
Ini penting dibahas jujur.
Kalau workflow Anda sangat bergantung pada extension tertentu di Visual Studio Code, bisa jadi belum ada penggantinya di Zed.
Contoh:
extension niche
tooling enterprise tertentu
debugging khusus
integrasi framework langka
VS Code sudah terlalu matang.
Karena masih relatif baru:
dokumentasi belum sebanyak VS Code
tutorial lebih sedikit
komunitas belum sebesar VS Code
Kadang solusi bug belum semudah “copy paste dari StackOverflow”.
Beberapa developer suka VS Code karena:
sudah hafal workflow
shortcut muscle memory
extension favorit
setting bertahun-tahun
Pindah editor kadang bukan masalah teknis. Tapi masalah kebiasaan.
Misalnya:
Next.js enterprise
Turborepo
NestJS besar
workspace multi-package
TypeScript ribuan file
Di kondisi seperti ini, Zed sering terasa:
indexing lebih cepat
search lebih responsif
scrolling lebih ringan
Banyak developer mengalami ini:
Browser buka banyak. Docker hidup. Database jalan. Android emulator aktif.
Lalu VS Code mulai berat.
Zed bisa menjadi alternatif menarik karena konsumsi resource lebih rendah.
Jawabannya:
tergantung kebutuhan.
suka performa
project besar
ingin editor modern ringan
tidak terlalu bergantung extension khusus
Maka Zed sangat layak dicoba.
memakai extension kompleks
butuh debugging enterprise
remote container intensif
workflow sudah sangat matang di VS Code
Mungkin Visual Studio Code masih lebih aman.
Pola yang mulai sering terjadi:
Zed → coding harian, cepat, ringan
VS Code → debugging, extension khusus, kebutuhan kompleks
Karena sebenarnya editor bukan soal fanatisme.
Tujuan akhirnya tetap sama:
fokus menulis kode tanpa terganggu editor.
Dunia editor mulai berubah.
Dulu kita menerima kenyataan bahwa editor modern pasti berat.
Namun Zed mencoba membuktikan bahwa:
editor bisa modern
AI-ready
nyaman
sekaligus ringan
Apakah ia akan menggantikan Visual Studio Code sepenuhnya?
Belum tentu.
Tapi satu hal jelas:
Zed bukan lagi “editor eksperimen”. Ia mulai menjadi pilihan serius bagi developer yang bekerja dengan project besar dan ingin pengalaman coding yang cepat, fokus, dan efisien.