π Mengenal Drizzle ORM: Alternatif Prisma dan pg yang Ringan dan Type-Safe

Dalam dunia pengembangan aplikasi Node.js, developer biasanya dihadapkan pada pilihan tools untuk berinteraksi dengan database PostgreSQL. Tiga nama populer saat ini adalah:
pg(alias node-postgres)
Drizzle adalah pendatang baru, tapi mulai menarik perhatian karena ringan, cepat, dan type-safe tanpa banyak magic. Mari kita bahas dan bandingkan ketiganya.
π§± 1. Apa itu Drizzle?
Drizzle ORM adalah ORM modern untuk TypeScript yang memanfaatkan type inference dari definisi schema secara langsung di kode TypeScript-mu. Ia memberikan pengalaman seperti Prisma, tetapi lebih dekat ke SQL dan tidak bergantung pada runtime generator atau query engine tersendiri.
π Perbandingan Drizzle vs Prisma vs pg
| Fitur | π§ͺ Drizzle ORM | π― Prisma ORM | π§± node-postgres (pg) |
| Bahasa | TypeScript | TypeScript | JavaScript/TypeScript |
| Type Safety | β Sangat bagus | β Sangat bagus | β Manual |
| Pendekatan ORM | SQL-like builder | Abstraksi tinggi | Raw SQL |
| Auto migration | π‘ Terbatas (drizzle-kit) | β Lengkap | β Manual |
| Query Performance | β Cepat & langsung ke DB | π‘ Kadang lambat (pakai query engine) | β Cepat |
| Bundle size (client) | β Kecil | β Besar (banyak dep) | β Ringan |
| Query Runtime | β SQL langsung | β Query engine terpisah | β SQL langsung |
| Belajar dari awal | π’ Mudah untuk dev SQL-savvy | π’ Mudah secara umum | π΄ Sulit (butuh raw SQL) |
| Kompatibilitas serverless | β Cocok | π‘ Hati-hati (masalah cold start) | β Aman |
π» Contoh Kode
1. Drizzle (PostgreSQL)
// schema.ts
import { pgTable, serial, text } from 'drizzle-orm/pg-core';
export const users = pgTable('users', {
id: serial('id').primaryKey(),
name: text('name').notNull(),
});
// query
const usersList = await db.select().from(users);
2. Prisma
// schema.prisma
model User {
id Int @id @default(autoincrement())
name String
}
// query
const users = await prisma.user.findMany();
3. pg (node-postgres)
const client = new Client();
await client.connect();
const res = await client.query('SELECT * FROM users');
const users = res.rows;
π Kapan Pakai Masing-Masing?
| Use Case | Rekomendasi |
| Butuh kontrol penuh, suka SQL | β Drizzle atau pg |
| Pengin productivity dan auto-gen | β Prisma |
| Ingin bundle kecil (misal di Edge) | β Drizzle |
| Legacy project atau full raw SQL | β pg |
| Butuh relasi kompleks & dokumentasi lengkap | β Prisma |
π Keunggulan Drizzle
β Zero-runtime: Tidak ada kode aneh saat build atau generate.
β Sangat ringan dan cepat untuk deploy di Edge/serverless.
β Tipe langsung dari schema, tanpa generate tambahan.
β Migration cukup dari CLI
drizzle-kit.
β οΈ Keterbatasan Drizzle
π‘ Masih baru, ekosistem belum seluas Prisma.
π‘ Belum mendukung banyak fitur advanced seperti Prisma relation resolver atau middleware bawaan.
π‘ Tidak ada βvisual Studioβ atau dashboard UI.
π¬ Kesimpulan
Drizzle cocok untuk:
Developer yang mengutamakan kecepatan, ringan, dan kontrol SQL.
Project modern dengan kebutuhan bundle kecil, serverless, atau Edge.
Pengganti Prisma untuk proyek yang mulai βterlalu beratβ.
Prisma cocok untuk:
Developer yang suka productivity tinggi dengan fitur seperti
prisma studio, relasi otomatis, dan banyak plugin.Tim besar yang butuh dokumentasi dan kontrol data modeling visual.
pg cocok untuk:
- Developer expert SQL, atau saat ingin performa maksimal tanpa ORM sama sekali.
π Rekomendasi Praktek
| Kebutuhan | Tools Ideal |
| Fullstack dengan Next.js | Drizzle + Neon + Vercel |
| Aplikasi skala besar | Prisma + PostgreSQL |
| Tool CLI / bot sederhana | pg langsung |
About the author
I am an enthusiastic researcher and developer with a passion for using technology to innovate in business and education.
Comments
Join the discussionNo comments yet. Be the first to comment.






