# AdonisJs Sang Alternatif Laravel: Kenapa Tidak Populer, padahal JS Populer dan Laravel juga Populer..

Pertanyaan yang sangat tajam. AdonisJS memang secara teknis kuat, bahkan sering disebut "Laravel-nya JavaScript", karena pendekatannya yang opinionated, fullstack, dan produktif. Tapi kenyataannya, jumlah penggunanya masih kalah jauh dibanding framework besar seperti Laravel atau ekosistem JavaScript yang dominan seperti Next.js, Express.js, atau NestJS.

**Baca Juga:** [**AdonisJS: Jembatan Nyaman antara Laravel dan Ekosistem Node.js**](https://tech.finlup.id/adonisjs-jembatan-nyaman-antara-laravel-dan-ekosistem-nodejs)

Berikut beberapa alasan mengapa **AdonisJS jarang penggunanya** meskipun JavaScript dan Laravel sama-sama populer:

---

### 💡 1. **JavaScript Developer Culture: Minimalis & Modular**

Developer JavaScript lebih terbiasa dengan **framework ringan** dan **kombinasi tools modular** (seperti Express + ORM + validator + router), daripada framework fullstack yang opinionated seperti AdonisJS.  
➡️ Ini berbeda dengan Laravel, yang dari awal populer karena **"baterai lengkap"**, cocok untuk developer PHP yang memang terbiasa dengan solusi terintegrasi.

---

### 💡 2. **Kurangnya Dukungan Komunitas Besar**

* Laravel didukung oleh **Taylor Otwell** dan komunitas yang sangat aktif.
    
* AdonisJS dikembangkan terutama oleh satu orang: **Harminder Virk**.
    
    > Meski kontribusinya luar biasa, perkembangan framework tetap lambat dibanding Laravel yang punya banyak kontributor dan sponsor.
    

---

### 💡 3. **Next.js Mendominasi di Dunia Fullstack JS**

Next.js (React) sudah menjadi standar defacto untuk **server-rendered** dan fullstack app di dunia JavaScript.  
➡️ Sehingga, developer yang ingin "Laravel experience" di JS lebih memilih Next.js + ORM (Prisma, Drizzle) + Auth libs ketimbang belajar AdonisJS yang punya learning curve baru.

---

### 💡 4. **Kurangnya Ekosistem dan Integrasi Pihak Ketiga**

Laravel punya ekosistem luas:

* Laravel Forge
    
* Laravel Nova
    
* Laravel Vapor
    
* Laravel Breeze, Jetstream, dll.
    

AdonisJS belum punya ekosistem sebesar itu. Library pihak ketiga juga lebih jarang yang dibuat khusus untuk Adonis, sehingga kadang perlu banyak workaround.

---

### 💡 5. **Kurang Gencar dalam Pemasaran & Edukasi**

Laravel punya banyak tutorial, kursus (Laracasts), dan komunitas global. AdonisJS kalah jauh dari segi **visibility**. Banyak orang bahkan belum pernah dengar AdonisJS.

---

### 💡 6. **Kebanyakan perusahaan pakai TypeScript + Express/Nest**

* AdonisJS sudah TypeScript-first, tapi kebanyakan perusahaan besar tetap prefer pakai **NestJS** untuk enterprise (karena mirip Angular) atau **Express** untuk proyek cepat.
    
* NestJS juga lebih "mainstream" untuk TypeScript fullstack apps dibanding Adonis.
    

---

### ✍️ Kesimpulan

AdonisJS itu ibarat "Laravel di dunia JavaScript", tapi:

* Terjebak di antara developer JS yang sudah nyaman dengan Express/Nest/Next
    
* Dan developer Laravel yang tidak merasa butuh pindah ke JS
    

Meski begitu, **AdonisJS sangat cocok** untuk developer Laravel yang ingin pindah ke JavaScript/TypeScript tanpa kehilangan pola pikir Laravel seperti:

* MVC
    
* Routing RESTful
    
* ORM (Lucid)
    
* Validasi, middleware, dll.
